Menanam Gelombang Cinta

No Comments
Kemarin saya jalan-jalan ke Borma. Lalu saya melewati rak yang berisi pupuk tanaman. Kebetulan di tempat itu juga terdapat medium tanaman anthurium., semacam pakis cacah yang telah dicampur medium lainnya. Nah saya jadi kepikiran kalo di rumah tanaman gelombang cinta udah berbuah dan udah lama gak diambil buahnya. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli medium tanaman tersebut.

Media Tanam yang baru saya beli

Pagi ini saya bergegas untuk memetik buah dari tongkol gelombang cinta dan hendak menanam bijinya. Tetapi karena udah lama gak diambil, kebanyakan buahnya udah pada mengkerut dan banyak yang membusuk. Jadi saya hanya bisa memetik sedikit buah dari tongkol gelombang cinta.
Gelombang cinta di rumah. Udah gede ya...

Tongkol Gelombang cinta. Buahnya banyak yang belum keluar. Buah yang sudah muncul banyak yang mengkerut dan  hampir membusuk
Buah yang terkumpul. Dikit banget ya..


Setelah semua buah terkumpul, saya harus mengeluarkan bijinya. Biji dari buah ini cukup kecil. Jadi, banyak biji yang hilang saat semua biji itu direndam untuk dibersihkan. Setelah selesai direndam, biji tersebut dikeringkan beberapa saat. kemudian semua biji disemai pada medium tanam yang telah saya tempatkan di toples (haha, ga punya pot soalnya....)

Biji yang telah direndam (1)
Biji yang telah direndam (2)
Tempat penyemaian biji (di dalam toples hehehe..)

Selain menyemai biji, saya juga memindahkan anakan gelombang cinta hasil panen pada beberapa bulan yang lalu. Karena dulu saya males untuk ngurusin bijinya. Jadi setelah semua biji diambil dari buahnya, saya langsung menebarkan biji ke pot induknya. Walhasil, pertumbuhan anakannya sangat terhambat.

Kebetulan sekarang saya agak semangat untuk mengurusi tanaman gelombang cinta ini. Jadi saya mencari botol bekas air mineral dan memotongnya secara membujur. Setelah itu, saya masukkan media tanam yang baru saya beli dan memindahkan semua anakan gelombang cinta yang terbengkalai.

Anakan Gelombang Cinta yang telah dipindahkan (1)
Anakan Gelombang Cinta yang telah dipindahkan (2)


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

0 komentar

Posting Komentar