STIFIn : Me? Thinking Extrovert!

13 comments


Setiap orang memiliki “karpet merah”-nya masing masing. Akan tetapi, tidak semua orang tahu dimana karpet merah itu berada. Maksud dari karpet merah disini adalah jalan hidup yang sesuai dengan bakat dan potensi diri kita. Apabila kita dapat berjalan diatas karpet merah kita masing-masing, kita akan melalui hidup dengan lebih mudah.



Kenapa saya ikut Tes STIFIn? Karena saya ingin menemukan karpet merah saya sebenarnya.

Apa sih tes STIFIN itu? Berikut ini adalah penjelasannya yang saya ambil dari http://umam3dimensi.wordpress.com/product-ku-partner/stifin-tes-mesin-kecerdasan/:


Tes STIFIn adalah tes yang memetakan mesin kecerdasan dan kepribadian seseorang cukup dengan mengambil sidik jari dari peserta tes.  Perlu diketahui bahwa tes sidik jari yang beredar saat ini mengukur potensi dan bakat berdasarkan perangkat keras otak. Tes STIFIn menukik memetakan sistem operasi otak. Inilah bakat asli yang sesungguhnya. Sebagai cara mudah untuk sukses melalui pilihan profesi, karir, jalur penggemblengan lain, dan hubungan partnership.

Sidik jari yang membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf tersebut kemudian dianalisa dan dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan anda.

Lebih jauh lagi dari susunan syaraf tersebut masih dapat diprediksi letak dominasi mesin kecerdasan Anda ada di irisan otak berwarna putih atau di irisan otak berwarna abu-abu, sehingga mesin kecerdasan anda memiliki kemudi introvert (i) atau ekstrovert (e).

Mesin kecerdasan dengan kemudi i atau e inilah yang kemudian disebut sebagai personaliti. Mesin kecerdasan dan personaliti ini keduanya genetik tidak pernah berubah sepanjang hidup anda. Namun demikian terdapat banyak lagi personaliti-personaliti lain yang tidak genetik dan dapat berubah.

Sedari usia 3 tahun sudah bisa mengikuti tes ini, hasilnya ketika diulang kapanpun akan sama (reliabilitas tinggi). Manfaatnya banyak sekali diantaranya untuk memahami cara belajar.  Misalnya anak S (Sensing) bagus dalam menghafal, anak T (Thinking) hebat dalam menghitung, anak I (intuiting) hebat dalam kreatifitas, anak F (Feeling) bagus kalau belajar sambil berinteraksi, dan anak In (Insting) adalah pembelajar serba bisa namun memerlukan ketenangan terutama untuk mengaktifkan otak tengahnya (naluri).

Konsep STIFIn diperkenalkan oleh Farid Poniman dengan mengkompilasi dari teori-teori psikologi, neuroscience, dan ilmu SDM. Prinsip besarnya mengacu kepada konsep kecerdasan tunggal dari Carl Gustaav Jung.

3 ALASAN Mengapa Anda & Ananda Memerlukan Tes STIFIn:


  • Mengenali Cara Belajar. Mesin kecerdasan Sensing (S) bagus dalam menghafal, Thingking (T) hebat dalam menghitung, Intuiting (I) jago dalam kreatifitas, Feeling (F) senang jika berdiskusi, dan Insting (In) pembelajar serba-bisa namun memerlukan ketenangan untuk mengoptimalkan fungsi otak tengahnya (naluri).
  • Memilih Profesi Secara Jitu, sampai Anda berkomentar “Ahaaa…….. profesi yang ini GUE BANGET”. Jika pilihan profesi sudah ‘ngeklik’ dengan Anda maka proses pengglembengan profesi menjadi mudah dan menyenangkan meskipun digembleng dengan cara yang sangat berat (massif). Pendek kata konsep STIFIn adalah cara paling tepat untuk melakukan tobat-profesi.
  • Memilih Tes STIFIn sama dengan menghindari spekulasi. Bukan pe-label-an dan bukan peramalan. Pada setiap mesin kecerdasan dan personality terdapat kelebihan dan kelemahan dalam satu paket. Tes STIFIn bukan me-label-kan seseorang, karena paket kelebihan dan kelemahan seseorang itu ditemukan kesejatiannya secara meyakinkan, tidak semu dan tidak nujum, atau tilikan. Kesuksesan yang diraih dengan berusaha di jalan yang tepat menggunakan jalur mesin kecerdasan, bukanlah ramalan sukses yang dating dari garis tangan (seperti pada palmistry). 

Hubungan Sidik Jari Dengan Potensi Genetik

  • Pola sidik jari mulai muncul pada waktu bayi dalam kandungan (usia 13 minggu), polanya seiring dengan pola pembentukan otak.
  • Pola sidik jari ditentukan oleh kromosom yang ditentukan bukan oleh faktor lingkungan melainkan DNA (genetik).
  • Sistim syaraf jari-jari tangan erat hubungannya denga sistim otak artinya dengan mengetahui sistim syaraf jari dapat diketahui sistim syaraf fungsi-fungsi bagian otak.
  • Potensi genetik, khususnya bakat, stimulasi kecerdasan, dan karakter kepribadian berkaitan erat dengan sistim syaraf pada fungsi-fungsi bagian otak.


---

Saya melakukan tes Stifin di kantor STIFIn yang berlokasi di Komplek Metro Indah Mall Bandung pada tanggal 31 Mei 2013. Sebenarnya saya sudah lama ingin mengikuti tes semacam ini, namun saya tidak kunjung menemukan tempat untuk melakukan tes ini. Akhirnya setelah saya membaca buku On dari Jamil Azzaini, saya menjadi tahu kalau ada tes pemeriksaan sidik jari bernama STIFIn. Saya pun segera mencari informasinya di Internet dan akhirnya menemukan lokasi tesnya dengan cukup mudah.

Tes Stifin ini membagi mesin kecerdasan menjadi 5, yaitu :
  • ·         Sensing
  • ·         Thinking
  • ·         Intuiting
  • ·         Feeling
  • ·         Insting



Selain mesin kecerdasan, kita juga dapat mengetahui kemudi kepribadian kita yang terbagi menjadi 2, yakni : introvert dan extrovert. Dalam konteks ini, introvert dan extrovert adalah kemudi (drive) sedangkan kendaraannya adalah mesin kecerdasan. Kombinasi dari mesin kecerdasan dan kemudi ini menciptakan 9 kepribadian yaitu :
9 Kepribadian atau bisa juga disebut Sistem operasi otak


Karakteristik dari masing - masing Sistem operasi otak

Setelah saya mengikuti Tes Stifin, hasilnya adalah Thinking Extrovert !

Sertifikat : Te (Thinking Ekstrovert)

Gimana sih Thinking Extrovert itu?
Penjelasan Thinking Extrovert dalam buku STIFIn
Kalo untuk urusan karir, Thinking Extrovert itu gimana?
Karir Ti (Thinking Introvert) dan Te (Thinking Extrovert)
Menurut saya, tes STIFIn ini sangat bermanfaat untuk mengetahui bakat kita yang sebenarnya. Jadi, coba aja biar kita bisa lebih fokus dalam menjalani hidup ini. Agar kita bisa menjalani hidup di atas karpet merah kita.

Saya punya beberapa referensi tentang STIFIn, kalo ada yang mau, minta di komen aja ya.. 





Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

13 komentar

  1. wah, hasil tesnya sama :)
    gue juga Te :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow..
      Salam kenal Meilisa :)

      Ngerasa sesuai dengan Te nya?

      Kalo gw sih ngerasa sesuai banget, karena dalam melakukan sesuatu, biasanya di 'trigger' oleh faktor eksternal, hehe

      Hapus
  2. Kak gillang :3 , ini kok kayanya seru sih hoho.
    jelasin lebih lanjut dong kaak. nuhun yap hoho.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Fajar :)
      Memang menarik banget sih tes ini..
      Kalo mau lebih tau lagi tentang stifin, ini ada ebooknya : https://www.dropbox.com/s/esaikawqrjwcupp/Buku%20STIFIn.pdf

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Hahaha
      bisa aja nyasar ke blog ini..

      Salam kenal ya sesama Te :)

      Hapus
  5. Smaaa Te jugaaa... Tapi bener bener ngga nyangka, saya kira malah Fe.. Wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama hasik test saya Te padahal ngiranya bakalan Fi ato Ii

      Hapus
  6. Smaaa Te jugaaa... Tapi bener bener ngga nyangka, saya kira malah Fe.. Wkwk

    BalasHapus