Pakai kacamata itu masalah kenyamanan

21.16

X : kamu minus berapa?
G : minus 0,75.
X : Hah, cuma minus segitu aja pake kacamata, aku aja yang minus 2 jarang banget pake kacamata. Kamu cuma gaya-gaya'an doang kan pake kacamatanya!!

Begitulah percakapan saya dengan seorang teman sewaktu SMA. Dulu mata saya memang masih minus 0,75. Sekarang mungkin sudah sedikit bertambah. Ya, mudah-mudahan nambahnya tidak terlalu besar.

Ketika melakukan percakapan diatas, saya memang agak kesal. Memangnya harus minimal minus berapa untuk bisa pakai kacamata?. Haha.. Sebenarnya tidak ada aturan atau batasan kapan kita harus menggunakan kacamata. Yang menjadi poin utama dalam penggunaan kacamata adalah kenyamanan.

Meskipun minus mata saya tergolong kecil, mata saya mudah lelah terutama saat berada dihadapan komputer. Dengan menggunakan kacamata, saya merasa sangat terbantu karena dapat mengurangi rasa lelah di mata.

Selain itu setiap pagi, mata saya selalu merasa tidak nyaman. Otot mata saya serasa tidak bersahabat. Sehingga membuat mata saya agak sakit. Untungnya hal tersebut dapat diatasi dengan kacamata. Apabila menggunakan kacamata, rasa tidak nyaman itu menjadi hilang perlahan.

Jadi, parameter penggunaan kacamata itu bukan hanya didasarkan pada minus atau plus berapa mata kita, tetapi masalah kenyamanan. Meskipun mata kita minusnya cukup besar, dan kita merasa nyaman tanpa menggunakan kacamata, ya itu tidak masalah. Sebaliknya, apabila mata kita minusnya kecil, dan merasa tidak nyaman bila tidak menggunakan kacamata, ya gunakanlah kacamata, tidak usah memperdulikan perkataan orang lain. Karena yang mengetahui nyaman atau tidaknya adalah diri kita sendiri.

You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Subscribe