PKM 2013 Monitoring dan Evaluasi (Monev) : Jas Hujan Ponco-Payung Transformatif

11.01

INTRO

Bulan ramadan memang bulan yang penuh kejutan. Bila pada ramadan tahun lalu, saya harus presentasi di lomba Smart Card PT LEN. failed sih. hahaha. Pada ramadan kali ini, saya harus melakukan presentasi monitoring dan evaluasi program kreativitas mahasiswa (PKM). Tidak tanggung-tanggung, saya harus melakukan monev untuk dua proposal sekaligus karena kebetulan dua proposal yang diajukan lolos.

Oke, saya cerita dulu tentang monev pertama : Ponco-payung transformatif.

PKM ponco-payung ini merupakan PKM kategori karsa cipta. Tim saya beranggotakan 4 orang (2 orang nyata dan 2 orang 'ghaib') , yakni Fady selaku ketua, saya selaku anggota.  Dua orang lainnya karena terlalu 'ghaib', saya tidak usah nyebutin lah ya.. haha tega banget.

Semenjak penyusunan proposal hingga monev, orang yang bekerja untuk melaksanakan PKM ini hanya berdua, saya dan fady. Meskipun begitu, kami tetap bersemangat untuk mengerjakan . Banyak malesnya juga sih. hohoho

Karena kami kurang merencanakan PKM ini dengan baik, kami pun mengerjakannya mepet-mepet. Belum lagi kami harus KP, sehingga kegiatan pembuatan ponco payung transformatif ini terhenti selama satu bulan lebih. Walhasil produk yang kami tampilkan pada saat monev adalah produk alakadarnya. Mau dibikin bagus juga dana PKM gak turun-turun, jadi ya begitulah hasilnya. haha

MONEV
Hari yang TIDAK dinanti-nantipun tiba. Semua tim PKM ITB yang proposalnya lolos diharuskan mempresentasikan progress pengerjaan dihadapan pemonev / reviewer. Untuk ITB, terdapat 2 orang pemonev. Pada PKM tim kami, yang menjadi pemonev adalah Dosen dari UGM, yakni Bapak Prof. Dr. Edy Meiyanto, M.Si, Apt.

Hari itu tim saya kebagian nomor urut 3. omg. Kami shock karena ada bagian ponconya belum selesai di tempel. Rencananya kami akan memasangkan bagian ponco dan payung dengan menjahitnya. Akan tetapi, tukang jahit tidak menyanggupinya dan menyarankan agar kami menggunakan lem. Karena kami terlalu kreatif badai, kami pun hanya merekatkannya dengan lakban alakadarnya. huft.

Setelah tergesa gesa memasang lakban, tibalah giliran kami untuk presentasi. Dengan langkah yang penuh keraguan, saya berjalan perlahan memasuki ruangan Auditorium CC Timur sambil pembawa mahakarya. Ketika melangkah, saya takut kalau mahakarya ini tiba tiba robek karena di lem alakadarnya. Untungnya, hal tersebut tidak terjadi. 


Pada presentasi ini, fady yang menjadi speaker. Saya hanya bertugas untuk mendemokan mahakarya kami. Agak lega. Setelah selesai presentasi, tibalah saatnya demo. Awalnya mahakarya yang kami bawa berwujud payung. Dalam demo, saya harus mengubahnya menjadi ponco wow.

Satu persatu pengait saya lepaskan. susah banget. Ada beberapa pengait yang hampir lepas karena hanya di rekatkan dengan lakban.Saya pun berusaha tenang. Setelah berjibaku cukup lama, akhirnya saya berhasil melepaskan bagian atas payung dengan rangkanya. Bagian atas payung itulah yang menjadi ponco. prok....prok.....prok.

Setelah melepas bagian atas payung a.k.a bagian ponco, saya pun langsung menggunakannya. Brusss. Agak nyangkut dibagian kepala. Kepalanya susah keluar. omg. Saya pun tetap berjuang dengan hati-hati untuk menggunakannya. Yeah.. Akhirnya bisa juga. Semua audience pun serempak tepuk tangan.
Berikut ini adalah penampakan saya ketika menggunakan ponco ajaib tersebut. Mirip Sam Dong di serial Dream High gak sih? HAHAHAHAHAHAAHA
 
  

Ketika sesi-tanya jawab, tentulah  pemonev mempermasalahkan desain yang kami buat. Satu hal yang lupa kami sampaikan adalah bahwa produk yang dibawa saat itu masihlah prototype kasar. Jadi mungkin pemonev menganggap bahwa produk yang kami bawa adalah produk jadi.

Setelah menjawab berbagai pertanyaan dari pemonev, kami pun bergegas ke kursi audience untuk melihat karya lain yang akan ditampilkan. hehe

Sungguh pengalaman yang menghebohkan...

You Might Also Like

1 komentar

  1. Mantab idenya, tinggal dikaloborasikan sama anak Desain Produk nih Lang haha

    BalasHapus

Google+ Followers

Subscribe