Buta warna parsial, sebuah jalan hidup: Bagian 1

77 comments
Berawal dari sebuah flash game yang dulu saya mainkan. Saat saya masih SD, saya memiliki cukup banyak koleksi flash game di komputer. Dari sekian banyak game yang ada, game yang saya mainkan adalah tes kecerdasan. Dalam salah satu soal dalam tes tersebut, saya harus menebak sebuah angka dari kumpulan lingkaran kecil dengan beragam warna (Kini saya tahu bahwa jenis gambar tersebut merupakan tes Ishihara, tes untuk mengecek buta warna). Apabila muncul jenis soal tersebut, saya selalu mengalami kesulitan karena tak nampak angka apapun. Saat saya bertanya pada orang-orang di rumah, semua orang bisa dengan mudah menebak angka yang muncul berdasarkan pola warna yang tercipta. Pada saat itu, saya berpikir bahwa saya adalah orang yang sangat bodoh karena tidak mampu menjawab pertanyaan yang sangat mudah tersebut.

Sewaktu SMP, saya sering bermain tebak tebakan bersama teman teman. Salah satu jenis tebakan yang sering diajukan adalah tebak warna. Sebuah jenis tebakan yang seharusnya sangat mudah untuk dijawab. Namun, saya selalu keliru dalam menjawab berbagai tebakan tentang warna. Saat itu saya berpikir bahwa perbendaharaan warna saya masih kurang. Saya harus banyak belajar tentang berbagai macam warna.

Saya mengetahui bahwa sebenarnya saya tidak 'bodoh' dalam perbendaharaan warna adalah ketika SMA. Pada mata pelajaran Biologi, sempat disinggung suatu kelainan dalam sel reseptor warna dalam mata sehingga penderitanya tidak dapat membedakan warna warna yang hampir mirip. Atau yang lebih parah lagi, tidak dapat melihat warna sekali. Hanya hitam dan putih. Karena hal tersebut, saya pun sadar bahwa saya menderita buta warna parsial.

Mungkin banyak orang yang bertanya, seperti apakah buta warna parsial itu? Banyak yang memiliki anggapan berlebihan tentang buta warna. Misalnya, warna daun hijau terlihat merah. Padahal yang saya alami adalah saya tidak dapat membedakan warna yang memiliki sedikit perbedaan. Berikut ini adalah contoh perbedaan warna yang dilihat orang normal dan penderita buta warna parsial:


Gambar diatas adalah contoh kasus red green color deficiency.

Pernah suatu ketika dalam sebuah kuliah, sang dosen berkata, perhatikan tulisan yang dicetak dengan warna merah pada slide (Tulisan lain berwarna hitam). Seketika itu juga saya bingung. Memangnya ada ya yang berwarna merah. Saya tanya teman sebelah, katanya sih ada. Akhirnya saya pun mengucek ngucek mata berkali kali dan mencoba merem melek dengan harapan dapat sedikit melihat tulisan yang berwarna merah. Namun nasib berkata lain, ketika saya memejamkan mata, saya disangka dosen sedang tidur. Akhirnya saya disuruh ke toilet untuk cuci muka. OK!

Sewaktu SMP, saya sangat menyukai mata pelajaran Kimia dan Biologi. Pada saat SMA, rasa suka saya terhadap kedua mata pelajaran itu pun semakin bertambah. Setiap kali ada ulangan kimia dan biologi, biasanya saya selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Oleh karena itu, saya sering diberikan amanah oleh sekolah untuk mengikuti berbagai lomba Kimia. Meskipun gagal di olimpiade kimia, saya sempat meraih juara pada lomba lomba kimia lain. Alhamdulillah...

Diakhir masa SMA, saya sadar bahwa saya tidak bisa berkarier di bidang kimia ataupun biologi. Sempat bimbang juga untuk menentukan jurusan yang akan saya ambil saat kuliah. Sejak dulu, saya sangat ingin masuk ITB. Hal pertama yang saya lihat ketika mempertimbangkan jurusan yang akan saya ambil di ITB adalah syarat buta warna. Akhirnya, pilihan saya jatuh pada STEI karena saya pikir fakultas ini merupakan fakultas yang sangat aman karena semua jurusannya tidak ada syarat 'tidak buta warna'. Memilih STEI bukan hanya dengan alasan syarat buta warna, tetapi juga karena ada ketertarikan di dunia informatika.

Alhamdulillah saya lulus di STEI ITB melalui SNMPTN undangan. Banyak guru di SMA yang merasa heran karena saya tidak memilih jurusan yang berkaitan dengan kimia ataupun biologi. Saya tidak pernah memberi tahu alasan yang sebenarnya. Jika ditanya, saya hanya menjawab, lebih berminat di jurusan informatika.

Saat ini, saya adalah mahasiswa tingkat akhir pada prodi Sistem dan Teknologi Informasi STEI ITB. Selangkah lagi menuju kehidupan sesungguhnya. Tetapi saya tiba tiba merasa kembali ada di persimpangan karena terbayang akan nostalgia masa lalu. Kadangkala saya berpikir, "Apakah saya sudah berada pada jalur yang tepat?"

..bersambung..

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

77 komentar

  1. Merahku berbeda dengan merahmu berarti ya lang? Hehe...
    Btw berarti dalam hidupmu ngga ada warna merah ya lang? Terus tahunya itu warna merah atau bukan gimana lang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya aku bisa liat warna merah utama (warna merah dasar di RGB). Tapi kalo merahnya udah terlalu gelap, trus bersanding sama warna lain yang lebih gelap (misalnya hitam), warna merahnya jadi gak keliatan. Jadi kalo aku bisa ngebedain warna dasar, tapi kalo warnanya udah diperbatasan, jadi susah ngebedain sub..

      Hapus
  2. hmm Gilang mau jadi dokter apa gimana nih? haha

    BalasHapus
  3. Subhanallah, kita punya banyak persamaan, kak. saya juga pertama kali tau kalo ada yg salah dengan mata saya ya waktu main game flash yg ada tes ishiharanya itu, waktu itu saya gak bisa nebak itu angka. saya tanya ibu saya yg waktu itu lagi di rumah juga, beliau bisa2 aja. terus ini berlanjut sampe sma. sma saya ikut olim kimia juga (samaan lagi) dan alhamdulillah bisa sampai tahap osn, dan emang pas praktikum pernah semacam disuruh ngurutin zat warna dari intensitas warnanya (gelap ke terang), dan gak bisa wkwk, dari situ saya mastiin kalo saya buta warna parsial. dari SMA saya selalu pengen bgt kuliah di jurusan TK ITB, karena saya emang punya passion di dunia proses (dari masih smp udah terobsesi kerja di kilang minyak entah kenapa). Dan pas lihat persyaratan kalo TK ITB gak bolehin mahasiswanya bw total maupun parsial, saya langsung kecewa. nangis. Cuman waktu itu, saya percaya aja kak kalo emang ini rejeki saya, Insya Allah TK ITB gak akan kemana. Akhirnya wktu sbmptn saya beraniin deh pilih FTI. saya mikirnyantoh di aturannya syarat gak boleh buta warnanya TK kan pas uda di penjurusan. ya kalopun emang gak boleh TK masi ada FT, dan saya tetep kuisioner selalu pilih TK di pil 1. Alhamdulillah sampe saat ini masi lancar2 aja kuliah di TK itb. hehe, emang saya nekat sih. nah sekarang galaunya adalah galau buat nyari kerja entar. karena setahu saya (smoga saya salah) semua industri proses mengharuskan karyawannya tidak buta warna even parsial.. wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal anonim :)
      (Jangan anonim dong :D)

      Menarik sekali ya ceritanya anonim. Saya sangat salut dengan keberanian anonim dalam menentukan jalan hidup. Berani memilih apa yang benar-benar disukai.

      Semoga anonim selalu diberikan keberkahan dan kelancaran oleh Allah SWT :)
      Insya Allah, kalo udah memilih TK dengan penuh pertimbangan mah pasti bisa menemukan jalan karir selanjutnya.

      Hapus
  4. subhanallah sama aja kaya gua ini mah hahaha.. gan mau tanya nih, kalo di informatka itu berpengaruh ga si sama buta warna?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal nico :)
      Kalau di jurusan informatika, sama sekali gak berpengaruh.
      Bahkan di jurusan elektro ITB pun tidak melarang mahasiswa yang buta warna.

      Jadi, sekarang Nico masuk jurusan apa kuliahnya?
      *baru baca postingan mu juga*

      Hapus
    2. Bang kalau teknik informatika kalau Cari kerja Susah gak ya? Buta warna parsial

      Hapus
  5. Kak, kalo di itb, jurusan apa aja yang ngebolehin buta warna parsial?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak kok. kecuali jurusan-jurusan ini: http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=38

      Hapus
  6. kalau teknik informatika sama teknuk sipil, buat pnderita bwp lebih mudah yg mana saat jari kerja?

    BalasHapus
  7. kalau teknik informatika sama teknuk sipil, buat pnderita bwp lebih mudah yg mana saat jari kerja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau teknik sipil, saya ga tau sih.

      Kalau teknik informatika, sama sekali ga masalah kalo nanti cari kerja. Sama sekali ga dicek. Yang penting skill dan pengalaman aja.

      Hapus
  8. Saya parsial... dulu wktu ketahuan disaat saya terpilih jalur pmp di polteknik.. saya terpilih untuk elektro..setelah diperiksa, bru diketahui ternyata saya parsial.akhirnya staf poltek menyarankan saya untuk pindah ke teknik mesin.. katanya mesin boleh buta warna..saya terima.. saya pikir dengan jurusan mesin lebih baik untuk cari kerja.. 3 th kemudian saya lulus, disitu baru saya sadari... susahnya mencari pekerjaan, saya salah mengira.. saya pikir selama ini teknik mesin menyelamatkan saya di masa dpan nnti.. namun trnyata setiap ad lowongan lulusan elektro dan mesin dianggap sama dimata berbagai perusahaan sebagai lulusan teknik.. dan selalu mensyaratkan tidak buta warna.. tpi sya positif thinking, parsial bukan total, sya yakin saya bisa.. namun apa daya... banyak perusahaan memukul rata semua penderita buta warna total maupun parsial, dianggap sama2 tidak memadai.. apada akhirnya saya kesulitan.. ingin rasanya punya kesempatan bisa menjelaskan bagaimana keadaan saya yg sebenarnya.. tpi tetap tak bisa apa2..alhasil hanya kecewa yg didapat... sekedar numpang curhat broo.. hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Mas Perdana Jaka :)

      Saya sendiri masih belum berpengalaman untuk mencari kerja. Tapi saat saya lihat, memang banyak sekali perusahaan yang mensyaratkan tidak boleh BW padahal sama sekali tidak ada hubungannya.

      Tapi saya juga positif thinking aja, karena saya percaya bahwa "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

      Awalnya saja juga takut melangkah, berpikir positif dan percaya diri aja. Teman saya yang buta warna parsial sekarang juga sudah ada yang diterima di perusahaan BUMN. Jadi, pasti semua ada jalannya. Rezeki mah sudah diatur oleh Allah SWT. Engga akan ketuker :)


      Btw, mas perdana sekarang kerja dimana?

      Hapus
  9. saya juga sama. mirip kaya gitu, saya malah bingung mau lanjutin kuliah dijurusan apa. karena terbatasi oleh BWP saya. menurut kawan" disini. apa ya yg cocok jurusan yg engga ada kaitane sama penderita BWP? makasih

    BalasHapus
  10. saya juga sama. mirip kaya gitu, saya malah bingung mau lanjutin kuliah dijurusan apa. karena terbatasi oleh BWP saya. menurut kawan" disini. apa ya yg cocok jurusan yg engga ada kaitane sama penderita BWP? makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal Eriawan :)

      Meskipun buta warna parsial, sebisa mungkin jurusan yang kita ambil masih berkaitan dengan passion kita. Jangan melengceng terlalu jauh.

      Yang pasti, BWP bisa banget ambil jurusan di bidang sosial, ekonomi, hukum, humaniora, dsb. (ranah sosial).
      Tapi masih ada kesempatan juga kok untuk kuliah dijurusan engineering. Sebagai informasi, ini jurusan yang tidak boleh buta warna di ITB:
      http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=28

      Tapi masih banyak banget jurusan yang menerima penderita buta warna, contohnya semua jurusan di STEI, teknik sipil, teknik industri, matematika, dsb (cek aja di link yang saya kasih).

      Intinya jangan terbelenggu dengan BWP nya. Pastikan pilih jurusannya yang masih sesuai atau masih berkaitan dengan passion kita :)

      Hapus
  11. Kak sarannya dong buat saya milih jurusan nanti pas kuliah.. saya punya basic TKJ. Saya juga BWP. Pas saya baca baca syarat-syarat masuk PTN harus tidak BW. Apa teknik informatika harus tidak BW?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau saya, di jurusan Informatika (khususnya Informatika ITB), tidak ada syarat bebas buta warna. Jadi masih ada kesempatan kok untuk masuk informatika. Teman saya yang buta warna dan sudah lulus dari informatika juga tidak ada masalah ketika melamar pekerjaan.

      Jadi, kalau kamu minat di informatika, lanjutkan saja. Seharusnya memang tidak ada syarat buta warna untuk jurusan informatika.

      Coba kamu cari-cari info saja, mungkin ada beberapa univ yang meng-generalisasi syarat buta warna. Tapi masih banyak univ juga yang tidak mensyaratkan bebas buta warna, contohnya Teknik Informatika atau Sistem dan Teknologi Informasi (STEI) ITB.

      Semangat !!!!

      Hapus
  12. Sy tadi dinyatakan buta warna parsial. Tapi sy yakin sy tidak bwp.
    Suy bisa membedakan semua warna, tapi tidak bisa menemukan pola pada buku ishihara.

    Pengen masuk T.elektro tapi pasti gagal medikal checkup bagian ishihara

    BalasHapus
    Balasan
    1. masih ada kesempatan kok. Teknik Elektro (STEI) ITB tidak mensyaratkan bebas buta warna karena ranah elektro itu sangat luas, tidak melulu soal perkabelan.

      Saya rasa, teknik elektro ITB adalah satu satunya prodi Teknik Elektro di Indonesia yang tidak mensyaratkan bebas buta warna.

      Silakan cek di:
      http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=28

      Tetap semangat ya!
      Pasti ada hikmah dan pembelajaran di balik segala sesuatu!

      Hapus
  13. Assalamualaikum mas Gilang Ramadhan semoga tulisan mas disini menginspirasi banyak orang..
    mas sy mau bertanya .. kmrn sy ikut SNMPTN 2016 tetapi gagal.. pilihan 1 Unpad - Ilmu Komunikasi pilihan 2 UPN Yogya - Ilmu Komunikasi.. mau g mau harus ikut SBMPTN 2016.. mas bisa nyaranin ga jurusan yg tepat untuk org yg BWP seperti sy.. sy SMK Multimedia doyan megang kamera.. sebelumnya minat Ilmu Komunikasi karena tertarik dengan dunia Boradcasting nanti.. mohon dibalas ya mas.. mudah2an solusi dapat dan bisa segera mendaftar sbelum tgl 20 Mei

    Terimakasih~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam Adiyat,

      kalau kamu merasa tertarik di ilmu komunikasi, coba tetap pertahankan aja. Setahu saya, jurusan ilmu komunikasi juga tidak mensyaratkan bebas buta warna.

      Intinya sih follow your passion.
      Selama passion kita ga terhalangi oleh si-BWP itu, ya tetap perjuangkan saja.

      Semangat!
      Semoga sukses SBMPTN nya!!!

      Hapus
    2. alhamdulillah~

      mas selain jurusan Ilmu Komunikasi .. apa lagi jurusan yg tdk mempersyaratkan buta warna?

      Hapus
    3. sebenarnya banyak jurusan yang tidak mensyaratkan bebas buta warna terutama jurusan di ranah sosial.

      Untuk jurusan di ranah engineering juga banyak kok, misalnya teknik informatika, teknik industri, teknik sipil, dll.

      FYI, untuk jurusan engineering di ITB bisa dilihat di: http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=28

      Hapus
    4. oke mas gilang terimakasih infonya..

      oh ya gmn pendapat mas utk org BWP dalam mencari pekerjaan? yg katanya sulit

      Hapus
    5. Sebenarnya saya juga belum punya pengalaman sih kalau untuk mencari pekerjaan. Tapi menurut saya, jangan terlalu dikhawatirkan. Terus aja belajar untuk menambah skill kita.

      FYI, sewaktu saya kuliah S1, terdapat beberapa teman juga yang mengalami BWP. Tapi sejauh ini mereka tidak ada kendala dengan BWP nya. Sekarang ada yang sudah bekerja di BUMN, ada juga yang membuat start-up (perusahaan) sendiri.

      Jadi saran saya sih, jangan terlalu khawatir tentang BWP ini. terus aja belajar untuk meningkatkan kemampuan. Karena semakin kesini, perusahaan sepertinya tidak terlalu mempertimbangkan BWP, terutama di perusahaan swasta. Kecuali kalau jadi PNS masih susah karena setahu saya ada syarat tidak boleh buta warna.

      Hapus
    6. oke mas Gilang terimakasih ya..~
      ntar kalo ada apa2 sy mampir kesini utk tanya2 lagi..
      mudah2an blognya aktif terus.. karna yg saya liat mas Gilang cukup respon membalas pertanyaan teman2 yg lain.. mudah2an terus begini ya hehe

      Hapus
    7. Sama sama Adiyat.
      Insya Allah..

      Semangat ya!!!

      Hapus
  14. mas kalau buta warna bisa masuk fakultas kesehatan masyarakat,fak.k3,fak.kesehatn lingkungan ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmm.. sepertinya sih tidak bisa.
      Tapi coba cek langsung informasinya ke univ yang dituju

      Hapus
  15. Assm mas gilang sama mau tanya apa jurusan ekonomi bisa masuk bagi yg penderita BW

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam.
      Seharusnya sih bisa.

      Hapus
    2. menurut mas gilang bisa apa engga yah soalnya takut nyesel nanti nya,jurusan apa yah mas yg pas buat penderita BW

      Hapus
    3. menurut mas gilang bisa apa engga yah soalnya takut nyesel nanti nya,jurusan apa yah mas yg pas buat penderita BW

      Hapus
    4. Menurut saya sih, jangan terlalu terpatok sama buta warna atau engga. Yang terpenting adalah kamu suka atau engga sama jurusan yang akan dimasuki nanti.

      Hal yang harus di jadikan aspek utama itu passion kita. Kalo passion kita sesuai dengan jurusan yang memang tidak mengharuskan bebas buta warna, ya langsung pilih jurusan tersebut.

      Tapi kalo ternyata passion kita itu ada di jurusan yang mengharuskan bebas buta warna, mau tidak mau kita harus mencari lagi jurusan lain yang keilmuannya masih kita sukai.

      Kalo hilman, lebih tertarik ke ranah sosial atau science/engineering?

      Hapus
  16. Assalamualaikum wr wb mas gilang ramadhan mau nanya tentang bwp, tadi saya mengembalikan formulir dengan ingin mengambil jurusan teknik informatika karena saya lulusan smk dan jurusan teknik komputer dan jaringan, nah disini harus afa persyaratan surat kesehatan tidak buta warna karena di formulir tercantum diharuskan membawa surat pernyataan tidak buta warna, sedangkan saya tercantum di suratnya buta warna parsial, nah tadi pas di pendaftaran orang nya bilang "kalau mau kamu ganti aja nanti takutnya kamu malah ribet kesananya pas udah ngejalanin di jurusan ini" lah saya mau nyoba aja kan yaudah tuh saya mau tetep nyoba masuk teknik informatika haha nah menurut mas gilang gimana ya? Apa saya salah mengambil keputusan seperti ini? Mohon pencerahannya mas gilang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam Dicky, salam kenal :)

      Sebelum lanjut ke jawaban dari pertanyaannya, saya mau tanya dulu, Kamu bener-bener suka dengan teknik informatika? Kalo jawabannya ya, lanjutkan saja. Intinya yang penting kuliah itu harus sesuai dengan passion kita.

      Terkait buta warna parsial, di jurusan teknik informatika (berdasarkan pengalaman saya), gak akan ada pengaruh apa - apa kok kalo kamu buta warna parsial. Beneran... Karena kalo di lowongan pekerjaan untuk teknik informatika (terutama perusahaan swasta) hampir ga ada syarat bebas buta warna.

      Semangat ya...
      Insya Allah semua ada hikmahnya.

      Hapus
  17. Assalamualaikum mas
    Saya sekarang masih kelas 1sma sebentar lagi mau penjurusan.saya sangat suka pelajaran yang berhubungan dengan teknik komputer dan design grafis tetapi saya buta warna parsial .bagusnya saya ambil jurusan IPA atau IPS mas?.mohonjawabannya mas lagi bimbang ni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam Aidil, Salam kenal..
      Karena kamu suka dengan teknik komputer, saya sarankan untuk masuk ke jurusan IPA. Karena untuk masuk perguruan tinggi negeri jurusan teknik komputer, harus dari jurusan IPA.

      Btw, mau memastikan saja, terkait bidang teknik komputernya, kamu lebih suka ke arah programming atau hardware nya?

      Hapus
  18. Assalamu 'alaikum semoga berkah ya mas hhehe
    Saya juga penderita bwp yang baru lulusan tahun ini di salah satu smk di Cilacap dengan mengambil jurusan teknik komunikasi jaringan,saya ingin tanya,
    Universitas mana sajakah yang ada di Indonesia yang membolehkan calon mahasiswanya bwp?
    Sebenarnya saya sangat ingin mengambil jurusan listrik/arsitek walau ga bisa gambar hehehe/programming kayanya menarik tapi sepertinya ga bisa soalnya bila ingin memasuki semua jurusan itu di univ umumnya diberlakukannya syarat tidak buta warna :)

    Menurut mas lebih baik mana mengambil jurusan teknik informatika atau programming?
    Samakah keunggulan diantara masing-masing jurusan tersebut?
    Kalau boleh tahu,bagi lulusan teknik informatika akan ditempatkan dimanakah bila sudah memasuki dunia kerja dalam perusahaan?
    Dan bagi proggamming juga dimana/bagian apa?
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam. Salam kenal ya :)

      1. Universitas mana sajakah yang ada di Indonesia yang membolehkan calon mahasiswanya bwp?
      Banyak kok univ yang membolehkan mahasiswa yang bwp. Kamu harus cek satu satu ke universitas tujuan kamu untuk melihat jurusan atau program studi mana yang memperbolehkan mahasiswa bwp.
      contohnya untuk ITB bisa dilihat di http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=28
      untuk UI bisa dilihat di https://penerimaan.ui.ac.id/id/period/requirement/261
      Jadi intinya, cek saja persyaratannya di universitas tujuan kamu. Pasti ada kok jurusan yang bisa dimasuki untuk BWP

      2. Menurut mas lebih baik mana mengambil jurusan teknik informatika atau programming?
      Setahu saya, teknik informatika atau programming itu masih satu hal yang sama. Mungkin yang berbeda itu teknik informatika (informatics engineering) dan ilmu komputer (computer science).

      3. Kalau boleh tahu,bagi lulusan teknik informatika akan ditempatkan dimanakah bila sudah memasuki dunia kerja dalam perusahaan?
      Sekarang itu perusahaan banyak yang berbasis IT. Ada yang bisnis utamanya IT atau IT nya dijadikan sebagai pendukung bisnis.
      Untuk perusahaan yang bisnis utamanya IT, lulusan teknik informatika/programming bisa masuk jadi programmer, analyst, business analyst dll.

      untuk perusahaan yang menjadikan IT sebagai pendukung bisnis, lulusan TI bisa menjadi staff supporting system di divisi IT nya.

      Mudah mudahan bisa menjawab.
      kalo masih kurang jelas, silakan tanyakan lagi. tidak usah sungkan

      Hapus
  19. Kalo saya dari Sd udah ngerasa ada yang beda sama ini mata soalnya kalo mapel seni ngegambar saya bingung milih warna terus saya dirumah coba hapalin warna pun gakbisa bisa jugaa . pas kelas 5sd saya suka kewarnet untuk sekedar main ninja saga hehe gak sengaja aku iseng browsing penyakit mata eh ada buta warna dan saya langsung ngadu sama emak . eh dia ga percaya kalo saya BW katanya orang bapak ibu dan Kakak saya ga ada yang BW . emak baru percaya pas daftar SMK saya daftar di Teknik elektronika Industri pas di tes saya gak Lolos dan dinyatakam BW .

    sekarang saya kelas 3 sma dan lagi bingung Mau ambil jurusan apa nanti pas kuliah . Soalnya nilai pas pas an juga butawarna jadi rada bingung

    BalasHapus
  20. Mas saya udah masuk jurusan kesehatan masyrakat universitas di daerah saya nih. Cuman pas di tes kesehatan saya buta warna parsial kira kira gimana ya entar masih bisa masuk apa engga yaa?

    BalasHapus
  21. Mas saya udah masuk jurusan kesehatan masyrakat universitas di daerah saya nih. Cuman pas di tes kesehatan saya buta warna parsial kira kira gimana ya entar masih bisa masuk apa engga yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Fatur, salam kenal :)

      Kalau di persyaratan pendaftarannya, apakah mengharuskan bebas buta warna?

      Kalau sudah diterima sebagai mahasiswa, seharusnya sih tidak akan dikeluarkan karena alasan buta warna. Saya pernah dengar cerita dari teman yang buta warna parsial, dia ketahuan buta warna setelah diterima di suatu jurusan dan di jurusan tersebut tidak boleh buta warna. Oleh karena itu, berdasarkan kebijakan kampus, teman saya pindah ke jurusan lain yang masih dalam satu kampus.

      Jadi, terkait kasusnya mas fatur, itu tergantung dari kebijakan kampusnya. Coba saja komunikasikan dulu. Insya Allah ada jalan keluarnya

      Hapus
    2. Hai Fatur, salam kenal :)

      Kalau di persyaratan pendaftarannya, apakah mengharuskan bebas buta warna?

      Kalau sudah diterima sebagai mahasiswa, seharusnya sih tidak akan dikeluarkan karena alasan buta warna. Saya pernah dengar cerita dari teman yang buta warna parsial, dia ketahuan buta warna setelah diterima di suatu jurusan dan di jurusan tersebut tidak boleh buta warna. Oleh karena itu, berdasarkan kebijakan kampus, teman saya pindah ke jurusan lain yang masih dalam satu kampus.

      Jadi, terkait kasusnya mas fatur, itu tergantung dari kebijakan kampusnya. Coba saja komunikasikan dulu. Insya Allah ada jalan keluarnya

      Hapus
  22. Assalamualaikum wr wb.salam kenal mas galang. Saya lulusan Teknik Industri dan juga buta warna partial, yg sebenarnya dalam proses perkuliahan, saya tidak ada sama sekali mengalami masalah. tapi setelah lulus saya terkejut. saya selalu gagal di test kesehatan karena mata. doa kan saja saya tetap semangat ya teman2. buta warna memang tidak sakit. tapi menyakitkan.. semiga saya selalu tabah dan semangat. aminn.

    BalasHapus
  23. Kak kalau Dirgantara itb boleh bwp ya? Soalnya saya cek di blog tidak oleh buta warna itb. Dirgantara tidak masuk nominasi. Jadi masih bisa ya kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai sandy, setahu saya dan berdasarkan informasi di web http://usm.itb.ac.id/wp/?page_id=28, FTMD tidak ada syarat bebas buta warna. Jadi, orang yang buta warna bisa kuliah di FTMD ITB.

      Hapus
  24. Assalmu"alaikum...
    terimakasih sharing nya
    anak saya kebetulan juga buta warna parsial kebetulan th ini dia kelas 12
    sempat bingung pilih jurusan
    Mohon info kalau Unpad jurusan apa ya yg bisa daftar..

    beberapa th lalu di web SNMPTN diinformasikan syarat kesehatan termasuk buta warna, tetapi website th 2016 ga ada lagi...

    terimakasih sebelumnya...
    Tetap semangat seperti saya yang selalu menyemangati anak saya dengan segala keistimewaan yang telah diberikan Allah SWT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam
      Salam kenal :)

      Maaf, saya tidak punya info terkait persyaratan buta warna di unpad.

      Lebih baik coba tanya langsung ke panitia seleksi mahasiswa unpad via email atau telepon langsung.

      Hari dan Jam Kerja
      Senin - Jumat, pukul 08.00 s.d. 16.00
      SMUP
      Gedung Rektorat Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung – Sumedang Km 21 Jatinangor 45363
      Telp. (022) 84288819, (022) 84288828
      Fax. (022) 84288838
      e-mail: smup@unpad.ac.id
      HUMAS
      Telp. (022) 84288866
      Faks. (022) 84288898


      Tetap semangat!!!
      Alhamdulillah, sampai sejauh ini, saya belum menemukan kendala terkait dengan buta warna.
      Jangan jadikan buta warna ini sebagai hambatan :)

      Semoga anak ibu bisa menemukan jalan suksesnya. Aamiin..

      Hapus
    2. Alhamdulillah pada akhirnya anak saya diterima di tek mesin ITS. Kebetulan ITS merelease jurusan yg boleh BW dan yg tidak BW sehingga memudahkan untuk memilih jurusan.
      Masih ada rasa was was di setiap stage jalan hidupnya.
      Tapi Alhamdulillah anak saya lumayan kuat hatinya..
      Terimakadih share pengalaman memberi semangat agar tidak putus asa.

      Hapus
    3. Alhamdulillah Bu,

      Insya Allah, buta warna di jaman sekarang udah bukan lagi penghalang di dunia karir. Saat ini saya juga sudah bekerja dan sama sekali engga ada masalah dengan buta warna. Bahkan CEO di tempat saya bekerja sekarang juga seorang Buta Warna.

      Semoga sukses ya untuk anaknya Ibu Ari..

      Hapus
  25. Saya juga bwp saya sekarang kls 10 jurusan nautika saya bwp baru ketauan tadi pas disuruh tes MCU menurut ka gilang saya harus gimana ? Pindah sekolah kah atau lanjut karena syarat utama menjadi pelaut adalah tidak buta warna.

    Jika harus pindah sekolah saya harus ambil jurusan apa ?

    Terima kasih ,tolong dijawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai?

      jadi ketika pendaftaran sekolahnya memang tidak di tes buta warna ya?

      Trus kalo di jurusan nautika apakah hanya bisa jadi pelaut?

      Sebenarnya ada dua opsi sih

      opsi pertama, jalani aja dulu sampai lulus. Nanti setelah luluss, pilih jurusan kuliah yang cocok dan tidak ada hambatan bagi penderita buta warna.

      opsi kedua, kalau kamu merasa bahwa jika kamu melanjutkan sampai akhir akan "buang-buang waktu", tidak ada salahnya kamu pindah. Mumpung masih kelas 10, jadi masih bisa menata kembali sekolahnya.

      Terkait harus ambil jurusan apa, itu sih terserah kamu. Kamu harus benar-benar pilih jurusan yang kamu sukai, walaupun kamu BWP. Coba lagi deh eksplor diri kamu, sebenarnya kamu minat di bidang apa. Karena keputusan nya tidak bisa dipaksakan hanya karena kamu buta warna. Kamu tetap harus benar-benar suka dengan bidang yang kamu tekuni.

      Masih banyak kook, peluang untuk penderita BWP. Contohnya saja, sekarang saya kuliah di jurusan IT. Saya sama sekali tidak menemui kendala terkait buta warna yang saya miliki. Bahkan Alhamdulillah saya sekarang sudah mendapatkan pekerjaan yang cukup bagus, tanpa peduli saya buta warna atau tidak.

      Jadi, pilihlah jurusan yang benar-benar kamu sukai. Masih banyak kok peluang untuk penderita BWP. Harus optimis. Pasti ada jalan.

      Semangat ya.
      Semoga sukses selalu.
      Cheer up :)

      Hapus
  26. Bang..Mau nanya teknik elektronika industri itu ngaruh gak sama buta warna??
    Trus Abang di STEI ngambil di bidang apa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru balas
      Salam kenal bagus :)

      Kalo teknik elektro ITB tidak mensyaratkan bebas buta warna. Teknik elektro itu luas cakupannya. Gak melulu soal perkabelan yang warna warni.

      Saya di STEI ambil sistem dan teknologi informasi :)

      Hapus
  27. Ceritanya inspiratif, saya jadi ingin share pengalaman juga. Anak saya punya kemungkinan 50:50 BWP red-green deficiency karena kakeknya atau ayah istri saya baru saya ketahui menderita BWP pas istri saya sedang hamil. Sekarang umur anak saya 5 tahun dan suka memberi jawaban membingungkan pas kita tes pake ishihara 38 plates (http://unlimitedmemory.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderfiles/ishihara38.pdf), ada yang bisa ada yang tidak, entah dia BWP atau masih terlalu kecil untuk mengenali angka dan jalur yang dibuat dari degradasi warna yang beda tipis dari sekelilingnya. Saat ini saya terapi dengan pengenalan nama warna yang lebih banyak dan spesifik, karena pd dasarnya dia mengenali semua jenis warna, serta stimulasi warna yang remang dan saturasi yang halus dan ishihara test dengan paparan setiap hari disertai asupan vitamin A (retinol acetat dari hewan atau vit A dari IPI, dan beta-carotene dari buah dan sayuran terutama jus wortel sesering mungkin) dengan harapan seiring pertumbuhannya sel conus dan bacillus dari sel saraf serta macula retina akan terbentuk sempurna dari nutrisi dan stimulasi (seperti evolusi) dan dapat mengenali warna secara detail. Saya lulusan Teknik Elektro - STEI ITB jadi wajar kalau saya berharap kelak anak saya bisa meneruskan bahkan melebihi kemampuan ayahnya. Kalau kita hanya fokus pada kehidupan dunia semua ini terasa berat, tapi sadarlah bahwa kehidupan ini hanyalah permainan dan kepada-Nya lah kita semua akan kembali. Untuk masalah pekerjaan, saya banyak pengalaman di dunia industri terutama ke-elektroan, sejauh ini sepertinya sudah kurang relevan BWP ataupun normal apalagi sudah jarang perusahaan yang mengembangkan analog electronics dg resistor yg besar pake kode warna (itupun biasanya langsung ukur pake multimeter, ngapain kalkulasi manual), semua menuju micro/nano-electronics dan AI, yang jadi masalah adalah setiap tahun akan ada medical check-up dan test ishihara, jadi tergantung kebijakan perusahaan untuk menyikapinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Mas Wahyu, salam kenal :)

      Terima kasih sharing-sharing nya.

      Saya tetap percaya sih, Allah menciptakan sesuatu karena suatu alasan. Tinggal kitalah yang berusaha yang melakukan yang terbaik :)

      Sejauh ini saya belum menemukan kendala apapun dari buta warna ini. FYI, Sekarang saya bekerja di perusahaan IT sebagai product manager.

      Hapus
  28. Mas, kalo teknik sipil ITB boleh buta warna nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Thomas, salam kenal :)

      Setahu saya, teknik sipil ITB tidak mensyaratkan bebas buta warna

      Hapus
  29. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. Kak, saya seorang maba BWP masuk teknologi pangan di univ Unpad dan lolos medcheck. Saya berminat masuk di jurusan ini, tp saya takut akan praktik kimia ketika sy di dunia perkuliahan nanti. Tp saya lihat ada kacamata baru untuk penyandang BWP namanya enchroma ( silahkan search ). Tp tetap sj saya takut akan dunia pekerjaan nanti kalau perusahaan melakukan test BWP. Btw saya lulus medcheck dngn cara menghafal pola ishihara, karena sy termotivasi jg dngn cerita seorng dosen kedokteran UGM dimana dia skrng sudah menjadi dokter spesialis mata dan dia mengidap BWP. Bagaimana menurut kakak? Apa sy harus pindah jurusan dan ikut ujian tulis tahun depan? Karena sy jg tertarik dngn hubungan international serta business management. Jika nanti sy mengalami kesulitan, rencananya saya tahun depan akan mengikuti ujian tulis kembali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi reychan.
      Salam kenal. Maaf baru respon.

      Saya pikir di teknologi pangan akan sangat banyak praktikum yang memerlukan ketelitian, terutama dari segi warna.
      Kalau terkait pekerjaan, coba kami research dari sekarang, pekerjaan apa saja yang related dengan teknologi pangan atau yang cocok dengan seseorang yg berlatar belakang teknologi pangan, lalu cek syaratnya, kebanyakan ada bebas buta warna atau tidak.

      Sebaiknya kamu juga konsultasi dengan orang-orang di jurusan teknologi pangan, dan tanya pandangan mereka tentang kasus buta warna bagaimana.


      Jadi, tolong pertimbangkan dengan baik.
      Setiap hal di dunia ini pasti ada hikmah dan tujuannya.

      Semoga sukses selalu

      Regards,
      Gilang

      Hapus
    2. Saya mengetahui bahwa dalam jurusan teknologi pangan akan banyak praktikum, maka dari itu saya melihat perkembangan teknologi seperti penemuan kacamata Enchroma akan sangat bermanfaat untuk saya ketika praktikum.

      Tapi jika melihat di lapangan kerja mungkin tidak diterima menggunakan kacamata tersebut. Jika benar memang nantinya ketika saya sudah lulus dan tidak memenuhi persyatan, mungkin saya akan membuka usaha dibagian makanan.

      Semoga dengan penemuan-penemuan baru dan seiring berkembangnya teknologi lambat laun akan ada penyempurnaan kacamata tersebut atau mungkin penemuan yg jauh lebih baik lagi sehingga buta warna dapat diterima, sama halnya dengan orang yang mempunyai minus&plus yang akhirnya dapat diterima karena adanya kacamata.

      Bagaimana pendapat kakak?

      Refrensi link: http://enchroma.co*

      Semoga sukses juga kak.
      Sangat senang bisa berdiskusi dengan kak Gilang :)

      Hapus
    3. Honestly, I'm not sure with that enchroma glasses
      Karena tiap orang itu punya kecenderungan buta warna yang berbeda beda. I think, kalo pake kacamata itu gak bakalan perfectly kita bakalan jelas liat warna.

      Pertimbangannya adalah kalo buta warna itu ada masalah di sensor mata kita dalam mengenali cahaya/warna, sedangkan dalam kasus mata plus dan minus itu masalahnya bukan disensor, melainkan di triggernya, apakah cahaya jatuh tepat di sensor atau bukan.

      Ya itu cuma opini saya aja sih. hehe..
      saya juga belum eksplorasi terlalu dalam tentang kacamata itu.


      Hapus
    4. Feel free to discuss, tapi maaf ya kalo dibalesnya lama. Tapi bakalan dibales kok. hehe

      Hapus
    5. Saya sudah tanya-tanya sih, kacamata ini buat saya yang mengalami mild deutan (lemah di warna hijau) bisa. Yang saya ketahui kalau kacamata ini diperuntukkan deutan (lemah hijau) atau protan (lemah merah).

      Saya tidak mengetahui untuk yang lain. Jadi tidak bermasalah sih untuk saya.

      Kalau boleh tau tips agar mendapatkan beasiswa gimana kak? Tips untuk saya mahasiswa baru hehe.

      Hapus
    6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    7. Bang.... Dapet ceritanya dmna? Yg dokter dri ugm itu klo ada link bagi donk

      Hapus
  32. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaykumsalam

      Salam kenal juga Mas Izzuddin Karim :)

      Setahu saya, di rangkaian MCU tes buta warna itu memang umum untuk dilakukan. (Mungkin) tes buta warna memang aspek yang tidak bisa dipisahkan dari MCU. Tapi buta warna atau tidak bukan menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya kita.

      Semoga mendapatkan hasil yang terbaik ya :)

      Hapus
  33. pak jika buta warna parsial dan pengen masu teknik geologi/teknik pertambangan. gimana ya pak sarannya?

    BalasHapus