Biji Zarrah?

4 comments
7. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
8. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
-Q.S. Al Zalzalah, Ayat 7-8

Apakah Zarrah itu?
Berdasarkan artikel yang saya baca pada laman http://indra-tatasurya.blogspot.com/2012/09/zarrah.html, saya menemukan kutipan berikut:
sumber gambar : http://indra-tatasurya.blogspot.com


"Pada zaman dahulu, orang-orang memahami sebuah biji zarrah itu sama dengan biji sawi. Namun seiring berjalannya ilmu pengetahuan yaitu ilmu Fisika modern hal tersebut terbantahkan, di dalam ilmu modern sekarang ini biji zarrah lebih kecil dari partikel sub atomik yang ada. Dan sub atomik jutaan kali jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan sebuah biji sawi. Dan Allah pun berjanji untuk tidak melewatkannya."

Intinya adalah biji zarrah itu sangat kecil. Saya sendiri pun sulit membayangkan seberapa kecilkan biji zarrah tersebut. 

Pada surat Al Zalzalah ayat 7 disebutkan bahwa jika kita mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah, maka kita akan mendapatkan balasannya. Biji zarrah itu sangat kecil. Jadi, cobalah untuk selalu berbuat kebaikan sekecil apapun. Terkadang mungkin kita berpikir bahwasanya terlalu kagok kalo kita melakukan perbuatan kebaikan yang kecil seperti mengambil sampah yang tergeletak sembarangan dan membuangnya pada tempat sampah, atau bahkan hanya sekedar memberikan senyuman pada siapapun yang kita temui. Semua kebaikan yang kita lakukan sekecil apapun, pasti akan dicatat dan kita akan mendapatkan balasan yang baik atas kebaikan yang telah kita lakukan.

Begitupun dengan keburukan. Setiap keburukan sekecil apapun, pasti akan tercatat dan kita kelak akan mendapatkan balasan atas keburukan yang kita lakukan. Sebisa mungkin, hindarilah keburukan. Keburukan kecil itu terkadang dilakukan tanpa disadari. Oleh karena itu, kita harus selalu berpikir sebelum hendak melakukan apapun agar perilaku yang kita lakukan tidak menyentuh keburukan.

Ayo lakukan kebaikan sebanyak mungkin. Percayalah bahwa kebaikan yang sekecil apapun yang kita lakukan tidak akan sia-sia. Begitupun dengan keburukan. Kita harus benar-benar menjauhi keburukan. Selalu berpikirlah sebelum bertindak.

fastabiqul khairat..
Marilah berlomba-lomba dalam kebaikan..

Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

4 komentar