Auditor Cupu

17.36

Alhamdulillah.. Minggu lalu saya mendapat kesempatan untuk membantu melakukan audit internal di salah satu BUMN. Tujuan auditnya adalah untuk menentukan level kematangan organisasi berdasarkan Permen BUMN mengenai tata kelola teknologi informasi. Sungguh pengalaman yang sangat berharga.

Salah satu hal yang paling berkesan adalah ketika saya (dan Antragama) mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan ketua SPI (Satuan Penjamin Internal) Perusahaan. Awalnya saya takut bertemu dengan beliau, secara beliau itu adalah masternya audit internal pada perusahaan tersebut. Tetapi setelah waktu berbincang itu tiba, saya mendapatkan insight yang luar biasa. Beliau menyebutkan bahwa auditor itu seharusnya berfungsi untuk pendamping untuk memeriksa apakah semua proses telah berjalan dengan baik. Auditor yang merupakan entitas luar (bisa dalam konteks luar organisasi atau luar divisi) seharusnya bisa memandang sesuatu dengan sudut pandang yang fresh. Kolaborasi antara auditor dan auditee seharusnya bisa membuat suatu perusahaan menjadi lebih baik.

Sebenarnya masih banyak pengalaman dan cerita yang ingin saya tuliskan, tapi itu confidential (Padahal sebenernya males nulis aja.. Hahaha)

Akhir kata, saya menjadi tertarik untuk menjadi seorang auditor professional. Auditor yang dapat memberikan manfaat bagi auditee nya sehingga dapat bersama-sama menuju ke arah yang lebih baik.
:)


maaf sebagian fotonya di blur.. haha ... sok sok an confidential haha





You Might Also Like

0 komentar

Google+ Followers

Subscribe