Dibaca dan (JANGAN) dilupakan!

23.47

Nuansa S2 memang lebih terasa di PKNU dibandingkan dengan di ITB. Saya merasakan atmosfer yang sangat berbeda antara bertesis di ITB dan PKNU. Salah satu yang membedakannya adalah terkait membaca paper. Selama di ITB, saya membaca paper hanya formalitas saja, tidak dipahami secara serius. Disini, prof memantau tingkat kepahaman kita terhadap suatu paper. Di lab saya, terdapat sesi presentasi paper (meskipun jadwalnya tidak serutin lab tetangga sebelah). Jadi dalam membaca paper, saya harus benar-benar paham isi dari paper tersebut. Prof pun pernah bertanya, "Apakah saya telah mengecek daftar pustaka yang tercantum pada paper yang saya baca?". Boro-boro.... Jadi malu juga sih sebenernya karena belum memahaminya dengan baik.

Salah satu cara konvensional terbaik untuk memahami paper adalah dengan membuat rangkumannya. Akan tetapi cara ini memang cukup membosankan. Oleh karena itu, mulai dari sekarang, saya akan berusaha untuk mencari cara lain. Hmmmm. Dan cara tersebut adalah dengan membuat slide powerpoint dari paper yang telah saya baca. Tujuannya adalah agar saya bisa terbayang, apakah yang akan saya sampaikan apabila saya disuruh untuk mempresentasikan paper ini?. hehe..  Saya rasa cara ini cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman kita terhadap paper yang telah dibaca.

Ok Lets Try!

You Might Also Like

1 komentar

  1. Tambah satu metode lagi lang, translate manual satu per satu.

    BalasHapus

Google+ Followers

Subscribe