Bandung-Busan 5189 KM, Selamat Hari Pendidikan!

10.00

Sudah 2 bulan lebih hari saya merantau ke Kota Busan, Korea Selatan. Sudah cukup lama ternyata. Rasanya baru beberapa hari yang lalu saya diantar oleh keluarga saya menuju Bandara Husein Sastranegara. Waktu itu terasa cukup haru karena perjalanan kali ini adalah perjalanan yang cukup jauh dan panjang. Saya akan terpisah dengan keluarga hampir 1 tahun. FYI, waktu terlama saya merantau itu sebelumnya hanya 1 bulan saja, ketika kerja praktik.

2 hari yang lalu, saya menemukan sebuah tulisan dari Pak Anies Baswedan tentang perantau yang mencari ilmu. Tulisannya sangat mengarukan bagi saya karena bisa membuat saya cukup baper. Haha..

Ini dia tulisan yang saya maksud:

Selamat Hari Pendidikan untuk anak muda yang belajar di perantauan.
=========================
Lampu belajar masih menemani. Buku masih terbuka. Berjam-jam duduk di meja belajar. Mata terus membaca, tangan mencatat di buku tulis. Di kamar yang mungil, jauh dari kampung halaman.

Ribuan, bahkan ratusan ribu anak muda tinggalkan kampung halaman, jauh dari Ibu, Ayah, dan saudara mereka. Kampung halaman yang penuh kenangan masa kecil itu mereka tinggalkan untuk satu tujuan: pendidikan.

Semua pasti masih ingat saat keluarga mengantarkan, melepas bersekolah jauh. Kristal butiran air mata Ibu saat melepas anak berangkat seakan cermin jernihnya cinta. Anak adalah cinta berbalut harapan. Ibu melepaskan anak untuk merantau jauh demi pendidikan yang lebih baik; melepaskannya dengan cinta, mengalunginya dengan harapan, dan menyematkannya doa tanpa akhir.

Buat anak-anak muda yang sedang di rantau, jauh dari Ibu, Ayah dan saudara, pada malam menjelang Hari Pendidikan ini, saya ucapkan selamat berjuang, selamat belajar.

Rute perjalanan yang kalian tempuh adalah rute yang telah mengantarkan jutaan anak muda negeri ini meraih kehidupan yang lebih baik. Jaga stamina!

Yakinlah bahwa pendidikan akan bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan jadi tangga untuk menuju cita-cita, menuju harapan. Tiap hari satu anak tangga dilewati.

Anak muda memang seharusnya pilih jalan mendaki. Jalan berat penuh tantangan tapi bisa mengantarkan ke puncak. Jadikan perpisahan dengan keluarga itu sebagai awal perjumpaan dengan cita-cita.

Pada tiap lembar bacaan, ada doa Ibu dan Ayah. Pada tiap karya tulis dan pekerjaan dari guru atau dosen, ada harapan dari Ibu dan Ayah. Mereka mungkin tidak tahu satu per satu yang dikerjakan anaknya, tapi mereka tak pernah berhenti hibahkan semua yang mereka miliki untuk kebaikan dan kebahagiaan anak mereka.

Teruslah belajar. Jangan biarkan waktu bergulir tanpa makna. Buka hari dengan cerahnya mata hati, dan tutup hari dengan tuntasnya asupan ilmu dan pengetahuan baru.

Janjilah kepada Ibu dan Ayah, suatu hari nanti mereka akan melihat anak mereka pulang membawa ilmu, membawa makna dan menjawab semua doa dengan melampaui harapan Ibu dan Ayah mereka. Izinkan mereka kelak menyongsongmu dengan rasa bangga dan syukur. Doa tulusnya dijawab oleh keberhasilan anaknya.

Selamat Hari Pendidikan, selamat memasuki Bulan Pendidikan, selamat meneruskan belajar, dan selamat melampaui cita-cita!

Salam,
Anies Baswedan
Cilandak, 1 Mei 2016, 23.07



Akhir kata, saya ucapkan selamat hari pendidikan!
Semoga dengan adanya pendidikan bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dunia karena keteladanan, teknologi, ilmu pengetahuan, ramah-tamah, sopan-santun, dan hal-hal yang baik lainnya.

Busan, 3 Mei 2016, 11.59 AM
Menjelang makan siang.

You Might Also Like

3 komentar

  1. Balasan
    1. haha
      for the first time in forever sih jrin :3

      Hapus
    2. Ih, Gue baper jugaaaaaa. Kalau Gue kan beneran KAMPUNG halaman, hahahahaha. Kalian-kalian mah kerajaan, etapi Gilang kampung juga sih, Kampung Sayuran. wkwkwkwk.

      Hapus

Google+ Followers

Subscribe