Pengalaman berurusan dengan Lost and Found di Korea (Busan Station)

21.53

Memang sedang linglung

Saat itu saya sedang berada di Gyeongsang Yok (Gyeongsang Station). Saya akan pulang ke Busan setelah nge-tutor UT di Yeungnam University, 

FYI, untuk komunikasi, saya hanya mengandalkan Tablet Asus 8 inchi. Tablet tersebut saya gunakan untuk melakukan berbagai macam hal: bersosialita via sosial media, membaca ebook, browsing gak jelas dsb.

Ketika itu, di Gyongsang Yok saya pergi ke toilet sembari menenteng Sang Tablet. Saat di urionir, saya menyimpan tablet tersebut di atas urioir. FYI, di setiap urioir di Korea itu pasti dapat ditemukan tahapan atau space untuk menyimpan barang. Setelah itu, saya bergegas pergi keluar toilet karena kereta mugunghwa yang akan saya naiki segera tiba. 

Kebetulan saat itu saya mendapatkan gerbong kereta yang berbeda dengan teman-teman saya. Saya duduk sendiri. Karena bosan, saya memutuskan untuk bermain tablet sekedar untuk bersosialita via sosial media. Tapi zonkkk. Saya tidak dapat menemukan tablet tersebut di manapun dalam tas saya. Ingatan saya pun seketika mundur, mengingat-ngingat apa yang telah saya lakukan sebelumnya. Jreggggg.. Ternyata saya belum mengambil tablet di atas urionir di toilet Gyeongsang Yok. Saya pun agak syok, nge-freeze. haha. Tadinya saya ingin turun di statiun kereta terdekat dan kembali ke Gyeongsang Yok. Tapi setelah dipikir, rasanya pilihan tersebut cukup beresiko, karena saat itu hari sudah agak malam. Kalau saya kembali ke Gyeongsang, tidak dapat dipastikan bahwa saya akan mendapatkan tiket untuk kembali ke Busan. I have no idea... Akhirnya saya pasrah untuk terus melanjutkan perjalanan ke Busan Yok (Busan Station).

Tourist Information Center di Busan Yok
Sesampainya di Busan Station, saya langsung mencari information center. Akhirnya setelah berkeliling, saya menemukan Tourist Information Center. Disana saya curhat menggunakan bahasa Inggris. Untung petugasnya cukup mengerti. Walhasil saya digiring ke Lost and Found Center dan saya pun kembali curhat terkait kehilangan yang saya alami.

Lost and Found di Busan Yok

Petugas di Lost and Found Busan Yok sangat ramah. Mereka langsung menelpon kantor Gyeongsang Yok. Dan Alhamdulillah, ternyata tablet saya ditemukan. Kabar gembira lainnya adalah saya dapat mengambil tablet tersebut 2 jam kemudian di Lost and Found tersebut. Wow.. Tablet saya diantarkan dari Gyeongsang Yok sampai Busan Yok (sekitar 90 menit perjalanan).

Saya sangat mengapresiasi kinerja Lost and Found di Busan Yok ini. Mereka bisa berkoordinasi dengan baik sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang lingkung seperti saya. Saya juga salut karena Tablet saya tidak hilang di Gyeongsang Yok. Kalau saja Tablet saya ketinggalan di Toilet Indonesia, probabilitas Tablet tersebut ditemukan sangatlah kecil.

Salut deh dengan pelayanan disini.


Saya sih berharap semoga kelak pelayanan di Indonesia bisa menyamai atau bahkan lebih baik dari sini.


INFO BONUS
Oh ya, sebelumnya lebih baik baca artikel saya tentang Keeksisan orang Indonesia di mata dunia dari perspektif wajah pada tautan ini: http://www.gilang-ramadhan.net/2016/06/ke-eksis-orang-indonesia-di-mata-dunia.html

Di Information center, saya ditanya berasal dari mana. Sebelum saya menjawab, mereka mengira bahwa saya berasal dari Pakistan. Wew.. Kurang putih atuh warna kulit saya teh kalo disebut orang Pakistan mah.. Setelah ditanya begitu, mereka langsung mengisi form kehilangan. Di bagian negara, mereka tetap secara spontan menulis pakistan. hahaha.. Petugas sebelahnya lalu mengoreksi, untungnya...

Kalo kata kaka Fajrin di kolom komentar sih, Indonesia itu kurang memiliki branding. Ya saya pun berpikir begitu. Ya tugas kita sebagai generasi muda adalah membentuk Branding Indonesia dengan sangat baik, dengan prestasi yang gemilang.


You Might Also Like

2 komentar

  1. ihhh aing baru baca inilah, sangat terharu nama aing masuk di blognya gilang

    BalasHapus

Google+ Followers

Subscribe