Apa ceritamu?

1 comment
Ruangan swalayan itu tidak terlalu ramai. Hanya ada kasir penjaga dan kami berempat. Di dalam swalayan tersebut terdapat sofa yang sangat panjang, lengkap dengan meja dan kursi-kursi tambahan. Kami duduk duduk menghabiskan malam di kursi sofa tersebut sambil menikmati jajanan yang dijual.

Obrolan yang sangat panjang terjadi. Bahkan rasanya lebih panjang dari malam terpanjang yang mungkin pernah ada.

Binar-binar semangat tatapan mata disertai dengan cerita penuh makna tersaji di meja itu.  Obrolan yang dihidangkan bukanlah omong kosong, melainkan obrolan penuh bobot yang diracik dengan apik sehingga terasa ciamik.

Pak Dicky, begitulah ia disapa, menyampaikan kisah perjalanan hidupnya yang sangat menarik. Mungkin kalau disusun lembar-per-lembar, novel kisah hidup beliau dengan beberapa seri dapat dipampang di toko-toko buku kesayangan kita.

Ya, beliau bercerita tentang pengalaman hidupnya, mulai ketika masa kanak, hingga ia terdampar di negeri ginseng ini. Bila dilihat dari wajahnya yang kalem, saya tak pernah membayangkan bahwa kehidupannya sungguh berliku, penuh dengan tantangan dan pengalaman menarik. Berdasarkan pengalaman yang ada, beliau dapat meramunya menjadi petuah-petuah berharga yang bisa bermanfaat bagi orang lain.

Di sela-sela obrolan tersebut, terbersit dalam benak saya. Jika saya berada di posisi beliau, dapatkan saya menyampaikan cerita dan petuah dengan menarik dan berbobot seperti yang beliau sampaikan pada saat itu?

Kalau saya diberikan pertanyaan tersebut pada saat ini, saya pasti akan menjawab belum. Saat ini, saya masih menjadi orang yang "cari aman". Saya belum berani mengambil suatu akitvitas atau keputusan yang terlalu berisiko. Nah itulah masalahnya.... Terjebak di zona aman.

Ya, berdiam diri di zona aman nan nyaman merupakan suatu masalah yang klasik yang dialami banyak orang. Terkungkung di zona nyaman adalah faktor penyebab seseorang tetap statis dalam hidupnya. Orang yang terus menerus berada di zona nyaman tidak akan memiliki cerita banyak dan menarik dalam hidupnya. Ketika anak-cucu si Mr. Comfort zone bertanya, "dulu sewaktu muda ayah atau kakek ngapain aja?", Mr. Comfort zone menjawab, "Ya begitu, sekolah, main, kuliah, kerja, lalu nikah". Yap nothing special.

At last, 
Mumpung masih muda, ayo kita buat cerita menarik yang penuh hikmah dan makna agar cerita-cerita kita tersebut kelak dapat memberikan inspirasi bagi orang lain, ya minimal bagi anak-cucu kita.



Cheers,
--Gilang
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar

  1. ya ampuuun masa aku baru tau kemampuan merangkai kata2mu gilang :")

    BalasHapus