#30DWCHari1 : Kenapa harus menulis?

1 comment
Kala itu hari sudah gelap. Hujan turun rintik-rintik. Saya duduk terpaku melihat gemerlap lampu jalanan kota Busan di dalam mobil Prof. Kim, professor saya di Kampus Pukyong. Saat itu, kami sedang dalam perjalanan menuju tempat makan malam di pusat kota.

Ditengah perjalanan, Prof. Kim bertanya, "Berapa rata-rata angka harapan hidup orang Indonesia?". Sebenarnya saya tidak tahu secara pasti. Saya hanya bisa mengira-ngira bahwa angka harapan hidup orang Indonesia itu berada pada rentang 65 hingga 70 tahun. Setelah itu beliau menjawab, "Waktu yang kita miliki didunia ini sangatlah singkat. Oleh karena itu, manfaatkanlah waktu yang kamu miliki dengan sangat baik, Enjoy your life"
*Disclaimerpercakapan terjadi dalam bahasa Inggris.. haha.. yakali beliau bisa bahasa Indonesia*

Setelah percakapan tersebut, saya mulai berpikir, tentang waktu hidup manusia di dunia. Usia manusia itu sangat terbatas. Berdasarkan data yang dirilis WHO, rata-rata angka harapan hidup manusia Indonesia pada tahun 2015 adalah 69,1 tahun. Ya, sangat singkat. Tapi, apa sih yang dapat kita lakukan untuk menjadikan sisa waktu yang kita miliki menjadi lebih berharga?

Pada tulisan ini, saya tidak akan membahas hal-hal yang harus kita lakukan untuk menjadikan sisa waktu kita itu istimewa. Saya akan menceritakan tentang hal lain yang lebih ajaib. Tahukah kau bahwa sebenarnya kita dapat memperpanjang usia kita hingga puluhan tahun atau ratusan tahun kedepan atau bahkan menjadi manusia abadi? Mustahil? Mari coba kita lihat kutipan berikut.



“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” 
Pramoedya Ananta Toer

Ya, ternyata rahasianya sederhana, yaitu dengan menulis. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Usia fisik manusia mungkin sangat terbatas. Namun dengan menulis, jiwa seseorang seolah tetap abadi bersama dengan tulisan-tulisan yang ia hasilkan.

Manusia memang merupakan seorang pengembara di dunia ini. Ia hanya singgah sebentar untuk melanjutkan perjalanan ke tempat yang abadi. Meskipun begitu, sangat disayangkan apabila manusia hanya sekedar singgah atau numpang lewat di dunia ini tanpa meninggalkan sesuatu sesuatu yang berharga. 

Saya ingin sekali menjadikan menulis sebagai kebiasaan sehari-hari. Oleh karena itu, saya mengikuti 30 Days Writing Challange. Selama 30 hari ini, saya akan mencoba untuk memposting sebuah tulisan pada blog ini. Lets see, sejauh apa saya bisa bertahan.. hehe

“Mulailah dengan menuliskan hal-hal yang kau ketahui. Tulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri”.
--J.K. Rowling
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar

  1. Semangat Gilang! Aku tetap setia mengamati tulisan-tulisan kamu haha

    BalasHapus