Indonesia, the Biggest invisible thing on earth. #30DWCHari10

1 comment
Ketika kita duduk di bangku sekolah dasar, kita dibuat bangga dengan fakta bahwa Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat didunia. Tak lupa, kita juga dibuai dengan fakta bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Bayangkan, apakah ada negara yang mengalahkan Indonesia dari jumlah pulau yang dimilikinya. 17 Ribu pulau mannnnn....

Tanah surga katanya, itulah Indonesia. Bahkan Professor Aryos Santos mengklaim bahwa Indonesia adalah negeri atlantis yang hilang itu. Betapa tidak, tanah yang subur, iklim yang nyaman, sumber daya alam melimpah, menjadikan tanah surga itu semakin nyata, 

oke.. Kita cukupkan semua buaian dan "bualan" itu. Sekarang kita harus benar-benar membuka mata. Dengan semua bahan dasar yang dimiliki Indonesia tersebut, dapatkan negara ini menjadi sesuatu yang membuat mata dunia terbelalak?

Sayang sekali, saya harus menjawab, "belum".

Suatu hari, saya pernah dikirimi sebuah artikel oleh teman saya yang saat ini sedang berada di united kingdom. Artikel tersebut yang berasal dari website the guardian tersebut berjudul: "'Biggest invisible thing on earth?' – It's called Indonesia, and it's waking up". Bagi yang ingin membaca dapat membacanya disini. Silakan baca bagian awalnya saja, karena bagian tengah dan akhirnya sangat berkaitan dengan politik. Dari artikel tersebut, mulailah saya berdiskusi dengan teman saya tersebut.

Oh ya, sebelum lanjut, sebaikannya baca dahulu postingan saya sebelumnya terkait dengan seberapa "terkenalnya" Indonesia:


Jadi, begitu, ketika orang-orang internasional melihat wajah mongoloid asia tenggara, mereka jarang sekali menebak bahwa orang tersebut berasal dari Indonesia. Bisanya mereka menerka bahwa orang berwajah asia tenggara itu berasal dari Filipina atau Vietnam. Jadi, dari segi branding muka, bangsa Indonesia yang jelas-jelas merupakan penduduk terbesar di Asia tenggara pun bisa kalah. Apalagi jika kita membandingkan objek-objek lain, seperti pendidikan, industri, transportasi, dan sebagainya.

Oke. Tulisan ini saya buat bukan dengan maksud untuk menunjukan bahwa saya pesimis dan berpandangan negatif terhadap negara kita tercinta. Namun, saya hanya ingin menyadarkan bahwa, Hello dude, bangsa lain itu sekarang sedang berlari kencang, kita janganlah terbuai dengan fakta-fakta bahwa Indonesia itu tanah surga. Fakta tersebut sekarang sudah tidak make sense. Lihatlah jepang, negara yang memiliki sumber daya yang sangat terbatas bisa maju. Lihatlah Korea, negara yang dulu lebih miskin daripada negara afrika, sekarang menjadi negara adidaya.

Lalu apa sih yang harus kita lakukan?
Secara ideal, saya ingin menjawab: kita harus mengubah julukan Indonesia dari The Biggest Invisible Thing on earth menjadi The most influential country on the earth.

Bagimana caranya?
Saya tidak ingin memberikan solusi yang terlalu muluk-muluk semisal dengan membangun industri A, B, C, memajukan pariwisata, memajukan pendidikan dll. Karena secara tidak langsung itu sulit kita jangkau dude. 

Mulailah dari hal yang paling sederhana, yaitu merubah perilaku kita.
Semenjak berada di Korea, saya terkadang malu menjadi orang Indonesia. Saya termasuk orang yang strict terkait waktu. Disisi lain, banyak teman saya yang selalu santai bagai dipulau. Maksudnya begini, Orang Indonesia itu sangatlah jam karet, dimanapun itu. Pernah -lebih dari sekali-, saya harus berulang kali meminta maaf pada teman dari negara lain karena teman Indonesia saya belum datang ketika berjanji untuk bertemu. Tidak tanggung-tanggung, pernah doi telat hingga hampir 30 menit tanpa rasa bersalah. Si teman luar negeri hanya bertanya, "Is it common in your country?". Saya hanya bisa menjawab, "Unfortunately YES".

Kalau dirinci, penyebab bangsa kita selalu one or many steps behind ada banyak sekali, mulai dari integritas yang kurang, mudah terpacu amarah, tidak sabaran, dan lain lain. Saya ingin meng-highlight bahwa orang Indoesia itu kurang menghargai waktu dan  kurang terencana (Ya saya akui, saya masih termasuk kedalam golongan ini). 

Jadi, langkah kecil yang bisa kita ambil untuk mem-visible-kan the biggest invisible things on the earth ini adalah dengan menghargai waktu dan menjadi pribadi yang lebih terencana. Jika semua manusia Indonesia sudah memiliki sikap ini di alam bawah sadarnya. Saya yakin, secara bertahap dan berkesinambungan, Indonesia dapat menjadi the most influential country .

Ayo mulai membangun negeri dengan cara langkah kecil yaitu dengan merubah perilaku kita.

Akhir kata,

Kita harus mengejar kemajuan, bukan mengejar ketertinggalan!

Thanks to Muhammad Fajrin, yang telah berbagi artikel yang menarik dan pendapat yang sangat bagus.
Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

1 komentar